HADITS TENTANG FADLILAH BULAN SYA’BAN

HADITS TENTANG FADLILAH BULAN SYA’BAN
(dalam kitab Abwabul-Faraj. Karya ad-Doktor as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Makki al-Hasani)

1. Dari ‘Aisyah RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS datang padaku seraya berkata, ‘Malam ini adalah malam pertengahan bulan Sya’ban (nishfu sya’ban). Pada malam ini Allah memerdekakan hamba-Nya dari neraka sebanyak bulunya anjung kikik, kecuali 1. Orang musyrik, 2. Orang yang saling membenci dan memusuhi, 3. Orang yang memutuskan hubungan silaturrahim, 4. Orang yang menyeret/menurunkan pakaiannya sampai ke tanah (sombong), 5. Orang yang berani kepada kedua orang tua, 6. Orang yang selalu minum minuman keras. (HR. Imam Baihaqi)

2. Dari Abdullah bin ‘Amr radliyallahu anhuma, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Pada malam pertengahan bulan Sya’ban (nishfu Sya’ban) Allah SWT menghadap makhluk-Nya dan mengampuni hamba-Nya kecuali dua orang, 1. Orang yang saling membenci dan memusuhi, 2. Orang yang membunuh.” (HR. Imam Ahmad)

3. Dari ‘Aisyah RA, ia berkata, “Pada suatu malam Rasulullah SAW shalat dengan memanjangkan sujudnya hingga aku menyangka bahwa Nabi telah meninggal. Kemudian aku berdiri mendekati Nabi dan menggerak-gerakkan jempol kakinya, ternyata Nabi masih hidup. Dalam sujud itu mendengar Nabi berdoa:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُـوْذُ بِعَفْوِكَ مِنْ عِقَـابِكَ، وَأَعُوْذُ بِرِضَـاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ إِلَيْـكَ، لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ.

Setelah melakukan shalat, beliau berkata padaku, “Wahai ‘Aisyah, wahai merah delima, apakah kamu menyangka bahwa Nabi SAW telah melukaimu?”
Aku menjawab, “Wallahi, tidak ya Rasulullah, akan tetapi aku menyangka engkau telah meninggal sebab sujudmu yang lama sekali.”
Nabi bertanya, “Apakah kamu mengerti malam apakah ini?”
“Allah dan rasul-Nya yang lebih mengerti,” jawabku.
Nabi berkata, “Malam ini adalah malam pertengahan bulan Sya’ban (nishfu Sya’ban). Pada malam ini Allah menghadap hamba-Nya dan mengampuni orang-orang yang minta ampun, memberikan rahmat kepada orang-orang yang minta rahmat, dan mengakhirkan orang-orang yang dendam.” (HR. imam Baihaqi)

4. Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib dari Nabi SAW, beliau berkata, “ketika malam nishfu sya’ban telah datang, maka shalatlah pada malamnya, puasalah di siang harinya, karena pada saat matahari terbenam Allah SWT ‘turun’ ke langit bumi seraya berfirman: "ingatlah, orang yang minta ampun, akan Aku ampuni. Ingatlah, orang yang minta rezeki, akan Aku beri rezeki. Ingatlah, orang yang kena cobaan, akan Aku beri kesembuhan dan seterusnya…hingga terbitnya fajar".

Contoh Artikel Bahasa Inggris How Waterpower Works


How Waterpower Works

The diagram shown below outlines the standard components in a large scale hydro-electric facility. Hydro facilities vary in size and in design. Adjustments to their layout may be made, but the essential components usually remain the same. There are usually five essential components to a hydro-electric plant besides a dam: the intake, penstock, turbine, generator and the tailrace.

The electricity generating process works in this manner: water flows into the intake, through the penstock. The water then turns the turbine, which connects to the generator, this action generates electricity; the water passes into the tailrace and back into the river system. The turbine and the generator function jointly and are housed together in a powerhouse. The control gate can be managed to let in more or less water depending on the flow of the water body.

Benefits of Waterpower
Waterpower is the production of power through the use of falling or moving water. Energy is derived from water based on two key factors, the amount of flow and the height (head) from which it falls.

The energy of falling water is used to turn turbine blades which, in turn, powers a generator that produces the electrical current.

The water then re-enters the river in virtually the same quality and volume as it entered the system.

Waterpower is expensive to build and the economics that determine whether a facility should be built can be complex, particularly when a range of environmental and social considerations are put into play.

Waterpower has been a major source of electricity in Ontario for over a century. It remains a clean, efficient, versatile and renewable energy source with a variety of benefits to the people of Ontario.
 
Environmental Benefits Waterpower is generated from a naturally replenished source which makes it a renewable and sustainable resource.

Waterpower is considered the most widely-used form of clean and renewable energy. Once constructed, its greenhouse gas emissions are effectively zero.

Waterpower generation provides peak and base load energy, which replaces non-renewable sources of power such as coal and gas.

Waterpower facilities can store energy (water) until it is needed at peak periods of usage.

Waterpower power facilities are long-lived. The average plant has a life expectancy of 80-100 years and can be rebuilt.

Waterpower has one of the most extensive Approval and Permitting processes that are based on over 100 years of development experience. Click here for more on the Permitting and Approval Process.

Waterpower technologies have advanced considerably in recent decades and are now built in a manner that mitigates harm to aquatic life and minimizes upstream inundation. In fact, waterpower may be designed to enhance habitat for some species.
 
Economic Benefits  
Waterpower provides significant returns to the taxpayers of Ontario. In the long term, waterpower pays a Gross Revenue Charge (GRC) to the Province of Ontario. Over the 40-year lifespan of the project it can be expected to generate a return of over $1 million to the people of this Province. In the past, a portion of the GRC was sent to the municipalities hosting waterpower facilities. However, the Ministry of Finance has suspended this practice for new waterpower development pending the outcome of a review of the program. Xeneca maintains that municipalities should benefit from these types of projects.

Development and construction of waterpower plants also have significant local and regional economic impact. As much as possible, Xeneca strives to procure goods and services locally. With the cost to construct a waterpower facility at approximately $4 - $5 million per megawatt, about half that spending would occur within the community or region where the facility is built. On average, $2.5 million per MW will be spent locally on labour, trucking, steel, equipment rental, surveying, legal & professional consulting services, food, fuel & accomodation. Expenditures have been ongoing since 2010 and will steadily increase through 2014-15.

All of the initial engineering, surveying, field studies, consulting, etc. is procured from sources within Ontario and much of the equipment – turbines, generators, control systems etc. – are purchased in this province.

Although modern waterpower facilities are now largely automated, some permanent jobs are created to undertake regular maintenance and upkeep.

From the perspective of electricity consumers, waterpower’s advantage is that it is nearly immune to erratic fluctuations of other energy sources. There is no reliance on commodities such as oil, coal, and uranium to operate and generate power. And, unlike wind and solar which cannot operate continuously, waterpower facilities are built where adequate water flow continues year round.

Dialog Imajiner WahabiI dan Abu Nawas

DIALOG IMAJINER WAHABI DAN ABU NAWAS

Wahabi 1 : Jangan melakukan suatu ibadah yang nggak ada contoh dari Rasulullah saw
Abu Nawas : Kalo gitu jangan ente dengerin kutbah jum'at dengan Bahasa Indonesia

Wahabi 2 : Semua amalan itu tertolak kalau nggak ada contoh dari Rasulullah
Abu Nawas : Kalo gitu ente jangan lakukan shalat tarawih sebulan penuh di mesjid

Wahabi 3 : Islam itu sudah sempurna nggak perlu di tambah2 lagi
Abu Nawas : Kalo gitu nggak usah banyak omong, Islam kan sudah sempurna nggak perlu lagi di tambah2 ajaran aneh wahabi

Wahabi 4 : Kubah kuburan wali harus di rubuhkan karena berpotensi syirik di sembah2
Abu Nawas : Kenapa hanya kubah kuburan doang yg di rubuhkan, sekalian aja tebang semua pohon didunia, ratakan gunung2, goa2, laut, semuanya juga berpotensi syirik

Wahabi 5 : Tassawuf itu ajaran baru karena Rasulullah nggak pernah menyebut sufi
Abu Nawas : kalau gitu nggak usah belajar hadits karena istilah2 muhaddits pun Rasulullah gak pernah sebut

Wahabi 6 : Jangan percaya ulama, ulama itu nggak ada yg maksum yg maksum cuma Rasulullah
Abu Nawas : Kalau gitu nggak usah pakai hadits karena semua hadits di riwayatkan para ulama

Wahabi 7 : Maulid itu bid'ah nggak boleh di lakukan
Abu Nawas : Kalau gitu besok anak ente lahir nggak usah senyum senang karena itu bagian dari perayaan kelahiran

Wahabi 8 : Indonesia ini negara thaghut
Abu Nawas : Kalau gitu nggak usah tinggal di Indonesia

Wahabi 9 : Aqidah Asy'ariyyah itu sesat
Abu Nawas : Kalau gitu nggak usah pakai kitab Ibnu Hajar Al Asqalani

Wahabi 10 : Imam Syafii itu nggak maksum
Abu Nawas : Apa lagi antum..:D

Dari HABIB NOVEL BIN MUHAMMAD ALAYDRUS Solo

Sejarah Telekomunikasi di Indonesia


Sejarah telekomunikasi di Indonesia bermula saat telegraf diperkenalkan tanggal 23 Oktober 1855 oleh pemerintah Hindia Belanda, yaitu berupa telegraf elektro magnit yang menghubungkan Batavia (Jakarta) dan Buitenzorg (Bogor). Dua tahun kemudian dibuka saluran Jakarta-Surabaya dengan cabang Semarang-Ambarawa. Sejak itu jasa telegraf dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Dua tahun kemudian panjang saluran telegrap berkembang terus sehingga mencapai 2.700 kilometer, dilayani oleh 28 kantor telegrap. Di sepanjang rel kereta api didirikan tiang-tiang telegraf. Sementara itu kabel laut telah terpasang antara Jakarta dan Singapura, selanjumya dari Jawa (Banyuwangi) ke Australia (Darwin).

Keberadaan telekomunikasi sangat berperan di Indonesia. Hal ini bisa direfleksikan ketika mengumumkan kemerdekaan Indonesia. Berbagai media komunikasi digunakan untuk menyebarkan kabar kemerdekaan mulai dari surat, telegram, berita di koran / buletin hingga telepon, dan yang terpenting adalah siaran lewat RRI.
Telekomunikasi menjadi bagian penting dalam sejarah Indonesia. Mulai dari zaman revolusi hingga kemerdekaan kemudian berkembang dizaman orde lama dan mengalami kemajuan pesat di zaman orde baru yang ditandai dengan peluncuran satelit Palapa 1 tahun 1976. Saat itu sempat terjadi pro-kontra tapi pada akhirnya harus diakui satelit Palapa banyak memberikan manfaat.

Hubungan telepon lokal digunakan pertama kali pada tanggal 16 Oktober 1882 dan diselenggarakan oleh perusahaan swasta. Jaringan telepon tersebut membentang antara Gambir dan Tanjung Priok di Batavia, disusul dua tahun kemudian hubungan telepon di Semarang dan Surabaya. Perusahaan swasta itu mendapat izin konsesi selama dua puluh lima tahun. Tampaknya pengusahaan alat komunikasi hasil penemuan Alexander Graham Bell pada tahun 1876 itu cepat berkembang sehingga dalam tahun 1905 jumlah perusahaan telepon di Hindia Belanda menjadi 38.

Khusus untuk hubungan telepon interlokal, perusahaan Intercommunaal Telefoon Maatschappij memperoleh konsesi selama dua puluh lima tahun untuk hubungan Batavia-Semarang, selanjutnya Batavia-Surabaya, disusul Batavia-Bogor dan kemudian Bandung-Sukabumi. Dalam pengembangan jaringan telepon ternyata perusahaan-perusahaan telepon itu hanya membuka hubungan telepon di kota-kota besar yang mendatangkan untung saja sehingga penyebaran jaringan telepon tidak merata. Akhirnya dalam tahun 1906 setelah jangka waktu konsesi berakhir, semua pengusahaan jaringan telepon diambil alih dan dikelola oleh Pemerintah Hindia Belanda melalui pembentukan Post, Telegraaf en Telefoon Dienst, kecuali jaringan telepon Perusahaan Kereta Api Deli (Deli Spoor Maatschappij, DSM). Sejak saat itulah pelayanan jasa telekomunikasi dikelola oleh pemerintah secara monopoli.

Jaringan telepon itu semula menggunakan sistem baterai lokal dan kawat tunggal yang terpasang di atas permukaan tanah sehingga sering mengalami gangguan. Pembaharuan dan modernisasi kemudian dilaksanakan, pemasangan kabel jarak jauh diterapkan di bawah permukaan tanah, kawat tunggal diganti dengan kawat sepasang dan menggunakan sistem baterai sentral. Pengembangan telekomunikasi di masa itu tentu saja memerlukan pegawai-pegawai yang berpendidikan, baik dari pihak pribumi maupun dari Belanda. Itulah sebabnya Dinas PTT menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan. misalnya kursus mengetok kawat morse di Jakarta dan kursus asisien di Surabaya. Pendidikan yang lebih tinggi lagi diadakan di Belanda. Banyak pribumi yang menjadi pegawai PTT walaupun gaji bagi pribumi, lebih rendah ketimbang pegawai Belanda. Memperoleh sebutan sebagai Den Ajung (adjunct inspector) atau Den Komis (commies) sangatlah membanggakan bagi pribumi karena gaji pegawai PTT lebih tinggi daripada pegawai dinas lain, meskipun gaji asisten pribumi dibandingkan dengan asisten Belanda jauh ketinggalan.

Menurut penuturan R. Samdjoen yang mulai memasuki dinas PTT tahun 1929 dan pernah menjadi Direktur Jenderal PTT, teknisi telekomunikasi didatangkan dari Belanda dan hanya terdapat seorang teknisi radio pribumi. yaitu Soedirdjo yang ikut membangun stasiun radio penerima Malabar tahun 1920, stasiun radio tertua di Indonesia dan terbesar di belahan bumi selatan. Prioritas pemakaian jasa telepon waktu itu diberikan kepada pejabai-pejabat pemerintah dan pengusaha. Para bupati dan wedana di Pulau Jawa memiliki pesawat telepon. pembiayaannya ditanggung pemerintah. Adapun pesawat telepon yang digunakan ialah jenis telepon baterai lokal, jarak jangkauannya terbatas. Berbicara dengan telepon engkol tersebut harus keras, bahkan boleh dikata harus beneriak. Bukan aneh kalau ada pelanggan yang memaki-maki operator. Ada juga operator yang didatangi pelanggan dan “dihajar” karena pelanggan itu merasa disepelekan. Hal itu disebabkan penyambungan telepon ditangani secara manual sehingga tidak dapat dilayani secara cepat.

Seiring dengan bangkitnya gerakan nasional dan melihat sistem penggajian yang tidak adil, lahirlah berbagai perhimpunan buruh di lingkungan PTT seperti Postbond, Midpost/Inspecteurs Bond dan Perkumpulan Pegawai PTT Rendahan (PTTR). Adapun Midpost dan PTTR memiliki warna nasionalisme yang tegas. Perkumpulan-perkumpulan ini didirikan karena kenyataan meskipun jumlah pegawai pribumi merupakan bagian terbesar dari pegawai PTT tetapi dianaktirikan oleh pimpinan. Di antara para pemimpin gerakan nasional yang mendorong pembentukan Midpost adalah R.P. Soeroso, anggota Volksraad. Setelah Pemerintah Hindia Belanda gulung tikar akibat serbuan balatentara Jepang di tahun 1942, Dinas PTT dibagi sesuai dengan daerah kekuasaan milker Jepang. Daerah Jawa dan Madura di bawah komando Angkatan Darat Jepang ke-16, daerah Sumatera di bawah komando Angkatan Darat Jepang ke-25 dan kepulauan Indonesia Timur di bawah komando Armada ke-3 Angkatan Laut Jepang.

Jawatan PTT alias Tsusinkyoku diberi tugas utama membantu kelancaran “Perang Asia Timur Raya” ala Jepang dan menjaga keamanan pemerintahan militer. Stasiun radio pemancar Dayeuhkolot yang terletak tujuh kilometer sebelah selatan Bandung dikelola oleh perusahaan telekomunikasi swasta Jepang Kokusai Denki Tsusinkyoku yang berpusat di Jepang. Stasiun radio ini waktu itu merupakan stasiun radio terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Selama pendudukan Jepang hubungan ke luar negeri oleh stasiun radio Dayeuhkolot hanya terpancar ke Jepang dan Jerman. Baik stasiun radio pemancar di Dayeuhkolot dan stasiun radio penerima di Rancaekek di sebelah timur Bandung dipimpin oleh orang-orang Jepang, begitu pula kantor telegrap di Bandung. Berhubung beberapa pemancar digunakan khusus untuk keperluan militer, setiap pegawai Indonesia diawasi secara ketat. Sekalipun demikian, kedatangan Jepang di lingkungan PTT ini dapat dipandang menguntungkan juga. Orang-orang Belanda yang dulu menduduki kursi-kursi pimpinan telah tergusur. Banyak kursi pimpinan ditempati oleh pegawai Indonesia sehingga mcrcka memperoleh pengalaman untuk memimpin. Jawatan PTT di Sumatera semula dipusatkan di Shonanto (Singapura) karena Sumatera dan Semenanjung Malaya oleh Pemerintah Jepang dijadikan satu daerah komando.

Keadaan telekomunikasi kita di Jawa pada zaman pendudukan Jepang buruk sekali. Tenaga pimpinan dan teknisi Belanda dan Indo ditahan oleh Jepang sehingga PTT kekurangan tenaga. R. Samdjoen, ketika itu bekerja pada bagian laboratorium dan merasakan betapa kurangnya tenaga yang cakap, memberanikan diri mendidik pemuda-pemuda Indonesia menjadi teknisi telekomunikasi. Permintaan itu berhasil. Perbedaan fungsi utama Dinas PTT pada zaman Belanda dan Jepang memang ada. Dinas PTT Hindia Belanda tidak bertujuan komersial semata, juga diperuntukkan bagi pelayanan masyarakat, sedangkan pada zaman Jepang Jawatan PTT lebih digunakan untuk mendukung “Perang Asia Timur Raya.” Banyak pemancar, peralatan dan perlengkapan telekomunikasi diangkut ke medan perang. Namun ada juga untungnya karena angkatan laut Jepang memperkenalkan penggunaan radar kepada para teknisi Indonesia.

Di daerah lain, khususnya di Sumatera perkembangan telekomunikasi pada masa itu cukup bagus. Jaringan telegrap morse menghubungkan seluruh kota, bahkan dari Bukittinggi dapat dihubungi Bandung, Singapura dan Tokyo. Unit-unit telekomunikasi milik PTT terdiri dari terminal telegrap di Birugo dan stasiun penerima di Tarok, keduanya di Sumatera Barat. Pemancar radio di Bukitcangang – di daerah Bukittinggi – berada di bawah permukaan tanah dan pesawat carrier ditempatkan dalam sebuah bungker di Atas Ngarai, Bukittinggi. Hal ini dapat disimpulkan bahwa Jepang sudah memperkirakan kemungkinan terjadinya serangan udara Sekutu karena Bukittinggi menjadi pusat pemerintahan. Mereka pun menduga bahwa pemancar-pemancar radio akan menjadi serangan pemboman. Itulah sebabnya Jepang menyiapkan pemancar-pemancar cadangan dengan penempatan yang terpencar.

Pada stasiun-stasiun pemancar dan pusat-pusat telekomunikasi penting di Garegeh dan Tarok terdapat tenaga-tenaga terdidik yang didatangkan dari Bandung. Pemuda-pemuda Indonesia yang bekerja pada pusat-pusat telekomunikasi tersebut ternyata dapat pula menyumbangkan sesuatu bagi gerakan di bawah tanah. Pesawat radio di mana-mana disegel oleh Pemerintah Jepang agar bangsa Indonesia “tuli” terhadap kekalahan demi kekalahan pasukan Jepang. Namun demikian pemuda-pemuda kita itu dapat mendengarkan siaran radio luar negeri dengan menggunakan head-set agar suaranya tidak terdengar keluar. Tentu penyadapan berita semacam itu dianggap oleh Jepang sebagai pelanggaran berat. Seorang pegawai suku Ambon ketahuan mendengarkan siaran radio luar negeri. Militer Jepang menangkapnya, menuduhnya sebagai mata-mata musuh dan selanjutnya hilang tak tentu rimbanya.

Memudarnya kekuasaan Belanda yang telah bercokol selama tiga setengah abad di Indonesia dan makin merosotnya kekuatan balatentara Jepang di segenap garis pertempuran kawasan Asia dan Pasifik, semakin menebalkan keyakinan para pegawai Indonesia dalam tubuh PTT bahwa suatu saat pasti bangsa Indonesia akan mencapai kemerdekaan. Guna menyongsong saat bersejarah itu diperlukan persiapan, baik untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan maupun mempersiapkan segala macam pekerjaan dan pimpinan jawatan. Kegiatan persiapan itu – tentu saja tidak dapat dilakukan secara terbuka dan bebas – terutama di kalangan pegawai yang berkedudukan cukup tinggi dan para siswa sekolah PTT dan Controleurs Cursus dan Bedrijfsambtenaar Cursus di Jalan Banda, Bandung. Dalam pertemuan ramah-tamah, mereka seakan-akan tidak memikirkan gentingnya perang yang memperebutkan daerah subur Indonesia, terseliplah bisik-bisik tentang kemungkinan munculnya kesempatan memerdekakan bangsa. Salah seorang siswa bernama Soetoko yang menonjol peranannya dalam mempersatukan gagasan patriotik, pada awal tahun 1942 telah menemui Mas Soeharto yang waktu itu menjabat Kepala Biro berpangkat Controleur I. la adalah satu-satunya pegawai Indonesia yang paling tinggi pangkatnya di lingkungan PTT. Dibicarakanlah oleh keduanya kemungkinan pengambilalihan pimpinan PTT bila sewaktu-waktu Pemerintah Hindia Belanda jatuh. Tidak ada perbedaan pendapat antara Soetoko yang muda dan penuh keberanian dengan Mas Soeharto yang mengetahui seluk beluk Jawatan PTT Kalaupun ada perbedaan, hanyalah mengenai pelaksanaannya.

Gagasan Soetoko memang mewakili cita-cita dan watak kaum muda yang bersemangat, berani tapi mungkin juga kurang matang dalam pertimbangan. Mas Soeharto mewakili pendapat, bahwa pengambilalihan Kantor Pusat PTT tanpa disertai gerakan dan tindakan yang sejalan di kota-kota lain seluruh Indonesia, mungkin akan sia-sia dan dapat merugikan gerakan nasional. Melalui pembicaraan yang matang, gagasan para pemuda yang diwakili oleh Soetoko dapat dilunakkan. Gagasan itu urung karena penyerbuan Jepang ke Hindia Belanda hanya berlangsung sebentar dan Belanda cepat takluk. Jepang pun segera menguasai keadaan dan menyusun pemerintahan. Namun cita-cita para pemuda yang tumbuh sejak goyahnya kekuasaan Hindia Belanda, terus berkembang dalam penjajahan Jepang. Propaganda manis Jepang yang menjanjikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia “di kelak kemudian hari” tidak mempan lagi karena ternyata pemerasan dan penindasan yang dilakukannya sangat kejam. Di mana-mana terjadi kelaparan karena beras Indonesia diangkut Jepang untuk memberi makan serdadu-serdadunya yang tersebar di kawasan Asia dan kepulauan Pasifik.

Dari segala pemaksaan dan penindasan itu muncul pula kesempatan yang amat berguna bagi penggemblengan semangat kemiliteran dan patriotisme. Konon dalam menghadapi serbuan Sekutu, Jepang mengadakan latihan keprajuritan bagi pemuda Indonesia. Di Kantor Pusat PTT setiap pagi diadakan latihan taisho (gerak badan), dilanjutkan dengan latihan baris-berbaris dan kemiliteran serta perang-perangan. Sebuah pasukan Seinendan (organisasi pemuda bentukan Jepang) diresmikan dan dikepalai oleh Abdoel Djabar. Sementara itu Soetoko mcmimpin seluruh barisan Seinendan PTT yang meliputi sekolah PTT, Radio, Laboratorium, Kantor Pos Besar dan Kantor Telepon. Kemudian dibentuk badan yang bernama Tsusintai atau Barisan Pusat PTT, dan dibentuk pula Tsusin Tokubetsutai (Pasukan Istimewa atau Barisan Pelopor PTT). Kader-kader bangsa ini mulai merintis jaringan komunikasi dalam gerakan bawah tanah dengan kota-kota lain. Mereka menyusun jaringan penyampaian informasi bawah tanah melalui telepon, telegram sandi, pos, kurir dan radio.

Pemancar gelap pun mereka persiapkan. Secara hati-hati mereka memonitor situasi perang dari berita-berita dan dokumen-dokumen Jepang. Pihak Jepang bukannya tidak memperhitungkan kemungkinan terjadinya bahaya yang mengancamnya dari masyarakat Indonesia setelah di mana-mana terjadi kelaparan tetapi tidak sempat bereaksi karena pasukan Jepang makin terpukul di berbagai medan pertempuran. Tiba-tiba saja orang-orang Jepang memerintahkan membuat tanggul pengaman di sekeliling gedung Kantor Pusat PTT. Kios telepon umum di Kantor Pusat PTT diubah menjadi tempat mikrofon yang dihubungkan dengan pengeras suara guna mengumumkan segala macam perintah kepada para pegawai. Pidato propaganda sewaktu-waktu disiarkan melalui pengeras suara itu.

Dalam pada itu Tsusin Tokubetsutai berhasil mendatangkan pelatih dari pihak militer Jepang agar memberi pelajaran menggunakan senjata. Siasat jitu ini memungkinkan pemuda-pemuda anggota Barisan Istimewa PTT mampu menggunakan senjata dan mengetahui cara pasukan bergerak dalam pertempuran, baik bertahan maupun menyerang. Kemampuan bela diri pun diajarkan. Guna memudahkan penerimaan instruksi, pemuda Soeardi Tasrif’ yang pandai berbahasa Jepang ditugaskan menjadi penerjemah. Kelak Soeardi Tasrif menjadi seorang pengacara terkenal di Jakarta.

Di antara para anggota Tsusin Tokubetsutai yang paling giat melakukan hubungan dengan pemuka-pemuka gerakan nasional ialah Ismojo. Itulah sebabnya kata sandi yang dipergunakan sebagai titik awal merebut Kantor Pusat PTT dari tangan Jepang ialah “IS”, suku kata pertama dari nama Ismojo. la memang lebih Ieluasa berhubungan dengan pemimpin-pemimpin di luar kalangan PTT karena sering melakukan dinas luar. Pada pertengahan tahun 1945 setelah pasukan Sekutu berhasil melakukan loncatan katak, yaitu serangan balik pasukan Jenderal MacArthur yang menduduki pulau demi pulau sehingga berhasil mendekati kepulauan Jepang, kekalahan Jepang sudah terbayang.

Setelah bom atom Sekutu memporakporandakan kota Hiroshima tanggal 6 Agustus 1945, ketahanan militer Jepang boleh dikata sudah ambruk sama sekali. Begitu bom atom kedua meluluhlantakkan kota Nagasaki tanggal 9 Agustus 1945, semangat Jepang sudah sirna. Esok harinya Kaisar Hirohito menyatakan kekalahan Jepang dan menyerah tanpa syarat. Jepang masih berusaha menutupi kekalahannya dengan memperlambat penyebaran berita itu ke wilayah Asia. Tetapi para operator telepon dan telegrap PTT dapat mengetahui berita penyerahan itu karena pesawat-pesawat penerima di Bandung tidak disegel. Telegram resmi dari Tokyo akhirnya diterima di Bandung pada tanggal 13 Agustus 1945.

Pada waktu itu segera dikirim telegram kepada pernuda-pemuda Jakarta agar mereka mendesak pemimpin-pemimpin bangsa untuk mengumumkan kemerdekaan Indonesia. Jika kemerdekaan tidak segera diumumkan, Indonesia akan kehilangan momentum yang mungkin tidak akan ada lagi. Berhubung jawaban tidak diterima, tanggal 15 Agustus 1945 dikirim lagi telegram ke Jakarta disertai desakan yang lebih keras, yaitu jika Jakarta tidak mau mengambil keputusan penting itu maka Bandung akan bertindak. Kemerdekaan Indonesia pun diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Beritanya diteruskan melalui telepon. telegrap, radio dan pos ke semua kantor PTT secara beranting. Informasi dari Bandung yang diterima oleh kantor telegrap di Bukittinggi tanggal 16 Agustus menyatakan bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945 akan terjadi peristiwa penting karena itu operator di Bukittinggi supaya siap pada pesawatnya. Benar juga, keesokan harinya kantor telegrap Bukittinggi menerima berita proklamasi kemerdekaan Indonesia dan segera pula secara hari-hati meneruskannya ke kanior-kantor lain di Sumatera. Berita proklamasi kemerdekaan yang pertama-tama disiarkan ke luar negeri berasal dari Stasiun Radio Pemancar PTT di Dayeuhkolot pada tanggal 17 Agustus 1945 itu juga.

Betapa pentingnya alat komunikasi yang dapat menjangkau area yang luas terbukti ketika Presiden Soekarno hendak memerintahkan penghentian tembak menembak. Ketika itu perintah Presiden Soekarno yang sedang hijrah ke suatu tempat di sekitar Madiun dengan peralatan sebuah pesawat pemancar radio mobil PTT dapat dipancarkan dan diterima pesawat penerima di rumah kediaman Mas Soeharto di Yogyakarta dann juga direlay oleh semua studio RRI yang masih ada. Debngan peralatan yang terbatas namun dibalut oleh tekad semangat yang besar, Dinas Jawatan PTT dapat turut mem-back up perjuangan di berbagai front perjuangan, termasuk dalam menyebarluaskan rangkaian pidato yang sangat patriotik Bung Tomo dalam peristiwa 10 November 1945 yang disiarkan berulang-ulang oleh RRI. Di sini terbukti betapa pentingnya peranan telekomunikasi sebagai salah satu alat komunikasi yang dapat mengudara dan meniadakan batas maupun hambatan apapun. Dengan telekomunikasi, persatuan nasional Indonesia dapat terjaga di saat kondisi negara yang sedang tercerai berai.

Macam - Macam Phobia

berikut macam macam phobia :

Ablutophobia  – Takut mandi, mencuci, atau membersihkan.
Altophobia      – Takut akan ketinggian.
Agraphobia     – Takut Dengan pelecehan seksual.
Aichmophobia – Takut dengan segala benda tajam (seperti silet, jarum pentul, pisau, gunting, golok)
Algophobia      – Takut sakit.
Agyrophobia    – Takut dengan segala persimpangan jalan.
Androphobia    – Takut sama orang lain.
Aquaphobia      – Takut air.(Apa artinya penderita ini gak pernah mandi? seperti Ablutophobia? )
Aviophobia – Aviatophobia – takut menggunakan pesawat terbang/kendaraan angkasa lain.
bibliophobia      – Takut pada buku (Ada yg tahu kenapa gak?)
Coulrophobia    – Takut badut (wah, Saya waktu kecil juga takut buanget sama ini)
Dendrophobia   – takut dengan pohon <– siapa sih yang enggak, apalagi kalau ada “penghuninya” Wkwkw.
Emetophobia     – Takut muntah.
Erotophobia      – Takut dengan masalah sex atau berkaitan denganhal tersebut (No comment ah )
Felinophobia     – takut akan kucing (Ada artis juga nih kena phobia macam ini, ayo siapa)
Gelotophobia    – Takut ditertawakan (Pasti Mereka bukan pelawak)
Gerascophobia  – takut menjadi tua (Seperti nya ini cewek nih)
Glossophobia    – takut berbicara di depan umum <– Demam Panggung nih ceritanya
Gynophobia      – Takut dengan perempuan.
Heliophobia       – takut sinar matahari<–1. MungkinPenderita ini takut kulitnya hitam, atau 2. Dia itu Keluarga Vampir
Hemophobia      – Takut melihat darah yang muncrat dari tubuh manusia atau hewan.
lygopobia           – ketakutan akan kegelapan. Alone in the dark nih!
iatrophobia         – takut sama dokter (hehe.. takut diapain ayoo)
lachanophobia    – ketakutan dengan sayur-sayuran
Necrophobia      – takut mati! (Banyakin beramal gan!)
panophobia        – takut akan segala-galanya (waduuhh! gimana nih)
Phasmophobia    – takut dengan Setan, hantu atau sesuatu yang nakutin tp tidak tampak.
Pyrophobia         – takut api.
Scopophobia      – takut memandang atau menatap.
Somniphobia       – takut tidur.(Beda sama amnesia yang penyakit)
Triskaidekaphobia Takut dengan nomor 13 (yang katanya/dipercaya sebagai angka sial).
Venustraphobia   – takut dengan perempuan yang cantik jelita (phobia yang aneh!)

Cara Melihat Siapa Yang Paling Sering Melihat Profil di Facebook

Jadi, apakah tidak ada cara yang tepat untuk melihat siapa sih yang sering membuka profil kita di facebook ?. 

Untuk sobat yang masih penasaran, untuk melihat orang yang sering membuka profil facebook sobat. Silahkan dicoba trik berikut ini, trik ini tidak membutuhkan aplikasi. dan siapa tahu datanya memang benar, siapa tahu lho.. yang jelas yang paling tahu adalah Allah SWT dan pihak facebook sendiri, ^^.

1. Silahkan sobat Login ke akun facebook masing masing. (ini harus)

2. Buka beranda fb sobat (home) 

3. Sekarang buka Url ini pada browser sobat. >> view-source:https://www.facebook.com/ atau  klik kanan pada browser, lalu klik "View Source" atau "View page Source".

4. Tekan "Ctrl + F" (Find) . Lalu Cari "InitialChatFriendsList" pada source page facebook tadi.

5. Nanti akan ketemu kode yang seperti berikut :

["InitialChatFriendsList",[],{"list":["100000111252828","100001576260450","100000482432014","100001840401554","100000127567333","100000003760712","100000855720139","100000822366767","100000513240452","1819180784","100000129259766","100001111079639","100001272274872","100000379005506","100000335803049","100000399375447","100000390225364","100002274795986","100002269505070","100000375165488","100002911473229","100000446430614","100001424801431","100000480146450","100000064504792" ........

nah kode diatas itu adalah ID dari temen temen facebook sobat, yang saya warnai diatas itu adalah kode dari teman teman facebook sobat yang sering melihat profil sobat,. saya warnai supaya lebih mudah urutan yang paling pertama ada pada warna biru, lalu yang kedua hijau, ketiga ungu, dst.... itu adalah urutan yang sering melihat profil sobat.

6. Untuk melihatnya Copy saja kodenya tanpa tanda kutip, lalu taruh dibelakang alamat facebook. ganti XXXXXXXXXX  dengan kode diatas : http://www.facebook.com/XXXXXXXXXX 

misal : http://www.facebook.com/100000111252828
lalu tekan enter,. 



dan tarrrrraaa lihat siapa yang sering ngintip profil mu di facebook.


Sekian posting kali ini, semoga bermanfaat. Saya juga tidak tahu apakah trick ini benar benar bekerja dengan baik, atau hanya sebatas trick. Tapi saya sudah coba pada facebook saya, datanya sedikit benar kok, saya kan punya 2 fb, fb saya yg satu saya coba trus menerus membuka profil dari fb saya yg satunya lagi, setelah saya cek dari fb yang satunya lagi ternyata benar, nangkring diatas id fb saya yg sering membuka fb saya yg satunya lagi it, ya walaupun posisinya nggak pertama,

Seorang Miskin Membangun Mesjid Paling Unik di Dunia

Mungkin kita tak percaya jika tidak melihat faktanya. Seorang yang tidak kaya, bahkan tergolong miskin, namun mampu membangun sebuah Masjid di Turki. Nama masjidnya pun paling aneh di dunia, yaitu “*Shanke Yadem*” (Anggap Saja Sudah Makan). Sangat aneh bukan? Dibalik Masjid yang namanya paling aneh tersebut ada cerita yang sangat menarik dan mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kita.

Ceritanya begini : Di sebuah kawasan Al-Fateh, di pinggiran kota Istanbul ada seorang yang
wara’ dan sangat sederhana, namanya Khairuddin Afandi. Setiap kali ke pasar ia tidak membeli apa-apa. Saat merasa lapar dan ingin makan atau membeli sesuatu, seperti buah, daging atau manisan, ia berkata pada dirinya: Anggap saja sudah makan yang dalam bahasa Turkinya “ Shanke Yadem” .
Nah, apa yang dia lakukan setelah itu? Uang yang seharusnya digunakan untukmembeli keperluan makanannya itu dimasukkan ke dalan kotak (tromol)…Begitulah yang dia lakukan setiap bulan dan sepanjang tahun. Ia mampumenahan dirinya untuk tidak makan dan belanja kecuali sebatas menjaga kelangsungan hidupnya saja.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun Khairuddin Afandi konsisten dengan amal dan niatnya yang kuat untuk mewujudkan impiannya membangun sebuah masjid. Tanpa terasa, akhirnya Khairuddin Afandi mampu mengumpulkan dana untuk membangun sebuah masjid kecil di daerah tempat tinggalnya. Bentuknyapun sangat sederhana, sebuah pagar persegi empat, ditandai dengan dua menara di sebelah kiri dan kanannya, sedangkan di sebelah arah kiblat ditengahnya dibuat seperti mihrab. Akhirnya, Khairuddin berhasil mewujudkan cita-citanya yang amat mulia itu dan masyarakat di sekitarnyapun keheranan, kok Khairuddin yang miskin itu di dalam dirinya tertanam sebuah cita-cita mulia, yakni membangun sebuah masjiddan berhasil dia wujudkan. Tidak bayak orang yang menyangka bahwa Khairudin ternyata orang yang sangat luar biasa dan banyak orang yang kaya yang tidak bisa berbuat kebaikan seperti Khairuddin Afandi.

Setelah masjid tersebut berdiri, masyarakat penasaran apa gerangan yang terjadi pada Akhiruddin Afandi. Mereka bertanya bagaimana ceritanya seorang yang miskin bisa membangun masjid. Setelah mereka mendengar cerita yang sangat menakjubkan itu, merekapun sepakat memberi namanya dengan: “Shanke yadem” (Angap Saja Saya Sudah makan).

Informasi di atas saya dapat di sini, sungguh luar biasa. Kita belajar banyak dari kesederhanaan, ketulusan dan keikhlasan Khairuddin. Beramal bisa dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja tidak harus menjadi kaya dulu. Bahkan banyak orang yang diberikan kekayaan oleh Allah lantas menjadi lupa untuk beramal. Harta yang digunakan Khairuddin untuk membangun mesjid diperoleh dengan cara yang halal dan itulah salah satu penyebab orang senang datang ke mesjid yang dibangunnya walaupun mesjid tersebut sangat sederhana. Semoga di Indonesia akan banyak orang-orang seperti khairuddin yang beramal bukan karena ingin di puji orang akan tetapi semata-mata mengharapkan Ridho dari Allah SWT, amien.

Teka - Teki Imam Ghazali

Wahai sobat renungkan pesan dari Imam Al-Ghazali ketika berkumpul dengan murid-muridnya dan kemudian beliau memberikan pertanyaan teka-teki…
Imam Ghazali : “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”
Murid 1 : Orang tua
Murid 2 : Guru
Murid 3 : Teman
Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu adalah janji Allah SWT bahwa setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati (Surah Ali-Imran : 185).

Imam Ghazali : “Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?”
Murid 1 : Negeri Cina
Murid 2 : Bulan
Murid 3 : Matahari
Iman Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Imam Ghazali : “Apa yang paling besar di dunia ini?”
Murid 1 : Gunung
Murid 2 : Matahari
Murid 3 : BumiI
Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf : 179).“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah SWT) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah SWT), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah SWT). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”.

Imam Ghazali : “Apa yang paling berat di dunia?”
Murid 1 : Baja
Murid 2 : Besi
Murid 3 : Gajah
Imam Ghazali : Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72).
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat[*] kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”.
[*]: Yang dimaksud dengan amanat di sini ialah tugas-tugas keagamaan.
Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allad SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka karena gagal memegang amanah.

Imam Ghazali : “Apa yang paling ringan di dunia ini?”
Murid 1 : Kapas
Murid 2 : Angin
Murid 3 : Debu
Imam Ghazali : Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan sholat.

Imam Ghazali : “Apa yang paling tajam sekali di dunia ini?”
Murid-murid dengan serentak menjawab : Pedang
Imam Ghazali : Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.